Mahasiswa UMRAH Tanjungpinang ajak siswa pesisir kelola sampah

id Mahasiswa, UMRAH,ajak, siswa, pesisir,kelola,sampah

Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Maritim Raja Ali Haji menyosialisasikan program Bank Sampah, sekaligus memfasilitasi dokter ahli mata yang tergabung dalam SMEC memeriksa mata warga di Kelurahan Kawal, Bintan, Kepulauan Riau, secara gratis. (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Kota Tanjungpinang mengajak siswa MTs Miftahul Ulum, Kelurahan Kawal, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, untuk ikut mengelola sampah kering.

Koordinator kegiatan, Yudhistira Adhitama Putra di Tanjungpinang, Jumat mengatakan salah satu permasalahan yang menjadi perhatian peserta KKN UMRAH di Kelurahan Kawal, Kecamatan Gunung Kijang, yakni masih banyak sampah di sekolah-sekolah, termasuk di kawasan pesisir.

"Kalau dibiarkan akan merusak lingkungan, berdampak pada kesehatan siswa, dan mengganggu ekosistem perairan. Ini yang mendorong kami untuk mengajak pihak sekolah, terutama siswa-siswi, untuk mengelola sampah," katanya.

Yudhistira mengemukakan salah satu strategi yang ditawarkan dalam mengendalikan sampah, yakni mengelolanya sehingga membuahkan hasil yang menguntungkan bagi para siswa sendiri. Siswa-siswi MTs Miftahul Ulum diperkenalkan dengan sampah, bahaya dan manfaatnya.

Sistem pengelolaan sampah di kawasan pesisir yang ditawarkan mahasiswa tidak hanya mencegah terjadinya kerusakan lingkungan di kawasan pesisir, melainkan juga menambah pendapatan siswa. Pengelolaan sampah secara benar akan menghasilkan pendapatan bagi para siswa, minimal untuk uang jajan.

Strategi yang ditawarkan kepada para siswa melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan sampah di sekolah itu baru-baru ini, yakni mendirikan bank sampah.

"Bank ini tidak menyimpan uang, melainkan sampah yang memiliki nilai jual, seperti sampah plastik. Dengan sistem ini, siswa dapat menjadi wirausahawan," ujarnya.

Yudhistira menjelaskan, bank sampah merupakan program dengan memanfaatkan sampah kering, seperti plastik untuk dipilih. Program ini memiliki sistem manajemen, seperti perbankan, tetapi yang ditabung adalah sampah bekas yang memiliki nilai jual kembali.

"Kami berharap sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman yang baik serta dapat diimplementasikan di sekolah agar dapat menciptakan suatu sistem pemanfaatan sampah," ujarnya.

Dalam sosialisasi itu, peserta KKN UMRAH memberikan materi mengenai dampak sampah, tata cara pembuatan satuan petugas bank sampah, dan tata cara menabung di bank sampah.

Kegiatan ini didukung oleh Kelurahan Kawal serta MTs Miftahul Ulum Kawal. Antusiasme para siswa dalam sosialisasi program bank sampah sekolah ini terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tentang keinginan mereka untuk membuat bank sampah di sekolah.

Kepala sekolah MTs Miftahul Ulum Adrian Riadi memberi apresiasi kepada mahasiswa. Kegiatan pengelolaan bank sampah memiliki nilai positif kepada para generasi muda dan masyarakat.

Siswa-siswi di sini juga dapat belajar menjadi wirausahawan dengan adanya bank sampah ini.

”Kegiatan ini sangat bagus sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, apalagi ini merupakan salah satu poin tambahan untuk menjadi sekolah adiwiyata,” tuturnya.

Kegiatan sosialisasi pengelolaan bank sampah tersebut dibarengi dengan pengecekan mata gratis oleh mahasiswa KKN UMRAH. Pemeriksaan mata itu di lakukan oleh SMEC Tanjungpinang, yang digagas oleh mahasiswa KKN UMRAH.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar