Imunisasi anak dapat mencegah kematian

id Imunisasi anak

Imunisasi anak dapat mencegah kematian

Kepala DKP2KB Kota Tanjungpinang, Rustam. (ANTARA/Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rustam menjelaskan pemberian imunisasi kepada anak sangat penting untuk mencegah penyakit, cacat, bahkan kematian.



Menurut Rustam, Minggu imunisasi rutin lengkap itu terdiri dari imunisasi dasar dan lanjutan. Imunisasi dasar saja tidak cukup, diperlukan imunisasi lanjutan untuk mempertahankan tingkat kekebalan yang optimal.



Pemberian imunisasi disesuaikan dengan usia anak, untuk imunisasi dasar lengkap, bayi berusia sebelum satu tahun diberikan imunisasi hepatitis, BCG, POLIO 1-4, DPT-HB-Hib, IPV atau suntik polio, dan usia sembilan bulan diberikan imunisasi campak.



"Untuk imunisasi lanjutan, 18-23 bulan diberikan imunisasi DPT-HB-Hib dan Campak/MR. Kemudian anak SD kelas 1 dan 3,” kata dia.



Rustam menyebutkan, capaian program imunisasi rutin dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sudah cukup baik, bahkan 2017 lalu, Tanjungpinang merupakan salah satu kota yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI sebagai pelaksana program imunisasi terbaik.



“Walaupun kita sudah mencapai program imunisasi terbaik, namun prestasi ini harus tetap kita pertahankan”, ucapnya.



Dia juga mengimbau masyarakat sadar mau membawa anaknya ke tempat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan imunisasi dan tidak mudah terpengaruh isu-isu negatif yang tidak tepat mengenai imunisasi.



Sementara itu, Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, turut meminta agar para orangtua memberikan anak-anak mereka imunisasi yang diperlukan untuk membantu meningkatkan ketahanan dan sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit.



“Imunisasi wajib diberikan kepada anak. Imunisasi tak hanya bermanfaat bagi anak itu sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan lingkungan sekitar,” imbuhnya.



Syahrul pun mengharapkan kerja sama berbagai pihak untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat, baik itu, orang tua, pihak sekolah, camat, lurah serta stakeholder lainnya terhadap pentingnya imunisasi dasar dan imunisasi lanjutan yang diberikan kepada anak.



”Jadi bagi anak-anak yang sudah lengkap imunisasi dasarnya dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk meredam mitos yang salah tentang informasi imunisasi. Karena ibu-ibu sudah membuktikan bahwa anak-anak mereka tumbuh sehat,” tutur Syahrul.

Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar