Anak-anak di Tanjungpinang ingin belajar di sekolah

id Hari anak nasional

Anak-anak di Tanjungpinang ingin belajar di sekolah

Dokumen - Para murid SD di Tanjungpinang berfoto di lokasi TMMD tahun 2020. ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Forum Anak Kota Tanjungpinang Provinsi Kepulauan Riau mewakili suara hati anak di daerah itu menginginkan untuk belajar tatap muka langsung di sekolah seperti biasa dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di sela peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2020 secara virtual di Tanjungpinang, Kamis.

Perwakilan Forum Anak Kota Tanjungpinang Haleza mengharapkan pihak sekolah bisa mengarahkan para siswa untuk membawa sabun cuci tangan, memakai masker, dan bagi yang kurang sehat bisa menyusul menyelesaikan tugas di rumah saja yang sudah diberikan guru.

"Di samping itu, setiap murid membawa bekal dari rumah untuk menghindari kerumunan di kantin, dan membawa perlengkapan shalat sendiri," kata Haleza.

Perwakilan lainnya, Ajeng mengaku banyak sekali keluhan yang dialaminya dan dominan teman-temannya selama pembelajaran daring di rumah.

"Saya juga merasakan hal yang sama, seperti kesulitan memahami pelajaran yang dipaparkan melalui media online, kesulitan dalam mengirim tugas karena gangguan jaringan atau habis kuota dan tidak bisa membeli karena sedang tidak ada uang ataupun yg lainnya," ujarnya.

Dikatakannya, rata-rata setiap sekolah berbeda-beda dalam menerapkan sistem pelajaran secara daring. Ada sekolah yang setiap gurunya menggunakan aplikasi yang berbeda-beda.

“Jujur saja, banyak sekali dari kami merasa kesulitan di sini, yaitu penyimpanan handphone yang penuh dan juga sulitnya memahami dalam penggunaan masing-masing dari aplikasi tersebut. Hal ini menyebabkan beberapa murid yang merasakan problem ini tertinggal pelajaran, tidak terkumpulnya tugas karena deadline yang ditentukan oleh masing-masing guru," tutur siswi SMA di Tanjungpinang ini.

Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Tanjungpinang, Elvi Arianti menyatakan banyak orangtua yang mengeluhkan tidak bisa mengajarkan anak di rumah dengan baik sebagaimana guru di sekolah yang bisa memberikan pemahaman kepada muridnya.

"Di samping itu juga bagi orangtua yang bekerja tidak bisa mendampingi anaknya belajar, ditambah lagi keluarga yang terdampak COVID-19 harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli paket internet dan ada juga daerah sinyal kurang baik," ujar Elvi.

Di sisi lain, kata dia, para orangtua juga khawatir akan cepatnya penularan COVID-19. Sedangkan keinginan terbesar anak-anak saat ini adalah kembali ke sekolah, karena belajar tatap muka akan lebih mudah anak-anak menyerap ilmu yang disampaikan oleh guru dari pada secara virtual.

Lanjut Elvi, dengan terlalu lamanya anak berada di rumah sejak bulan Maret hingga Juli 2020 dan belum adanya ketetapan pasti waktu belajar tatap muka kembali ke sekolah, maka pola fikir anak juga berubah.

Tingkah laku anak juga berubah dan ketergantungan akan geget semakin tinggi, bukan hanya handphone untuk belajar, tapi lebih cenderung untuk main game hingga larut malam.

Hal tersebut dapat membahayakan kepada diri anak itu sendiri karena radiasi, anak juga kurang bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.

“Lain halnya bila guru dan murid memang sudah benar-benar siap dengan sistem pendidikan daring yang sudah terpola dengan sempurna, juga tanpa membebankan orangtua murid akan paket internet, mungkin hal tersebut tidak menjadi problema," imbuhnya.

Kepala DP3APM Kota Tanjungpinang, Raja Khairani, mengharapkan agar anak-anak selalu semangat meskipun harus belajar di rumah pada masa pandemi COVID-19.

Ia juga mengingatkan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan, rajin mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

“Jangan merasa kebal dari COVID-19, namun tetap meningkatkan kewaspadaan agar pandemi ini cepat berakhir," ujar Khairani.

Ia juga mengimbau anak-anak untuk memanfaatkan waktu luang di rumah dengan hal-hal yang bermanfaat, di samping itu juga dapat belajar secara virtual. Gunakan media televisi, google, maupun medsos untuk menambah wawasan.
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar