Jumlah pasien terjangkit COVID-19 Tanjungpinang meningkat tajam

id pasien COVID 19 Tanjungpinang

Jumlah pasien terjangkit COVID-19 Tanjungpinang meningkat tajam

Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib (RSUP Kepri) satu-satunya rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di Tanjungpinang. (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Jumlah pasien COVID-19 di Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau, meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, sementara ruang karantina untuk pasien tanpa gejala sudah penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang Rustam, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan jumlah pasien COVID-19 saat ini bertambah 20 orang.

Pasien COVID-19 di Tanjungpinang itu terdiri dari delapan pegawai Dinas PUPR Kota Tanjungpinang, dua anak dari PS, pegawai Dinas PUPR Tanjungpinang yang dinyatakan positif sejak sehari yang lalu, enam pegawai dan honorer Pemprov Kepri, satu orang pegawai instansi vertikal, dan tiga orang anggota keluarga petugas kesehatan yang sebelumnya dinyatakan positif terpapar COVID-19.

Hingga hari ini jumlah kasus aktif pasien COVID-19 sebanyak 83 orang.

"Total jumlah pasien COVID-19 sebanyak 120 orang, yang dirawat di rumah sakit 17 orang, karantina terpadu 25 orang, isolasi mandiri 41 orang, sembuh 34 orang dan meninggal dunia tiga orang," katanya.

Rustam mengemukakan jumlah orang yang melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19 bertambah enam sehingga menjadi 520 orang. Sebanyak 476 orang dinyatakan sembuh setelah menjalani karantina mandiri, dan hasil tes usap, negatif.

Dari 120 orang total jumlah pasien COVID-19, sebanyak 37 orang bergejala, sementara 83 orang tanpa gejala. Hari ini jumlah pasien yang bergejala bertambah tiga orang, sementara pasien tanpa gejala bertambah 17 orang.

"Dari data hasil penelusuran tenaga kesehatan, sebanyak 48 kasus berasal dari luar Tanjungpinang, sementara 69 kasus lainnya disebabkan kontak erat. Kasus konfirmasi COVID-19 tanpa riwayat perjalanan atau kontak erat sebanyak tiga orang," ucapnya.

Selama ini pasien COVID-19 dikarantina di Rumah Singgah RSUP Kepri, namun sejak beberapa hari lalu sudah penuh sehingga Pemkot Tanjungpinang menggunakan Gedung Dharma Wanita untuk mengkarantina pasien COVID-19 tanpa gejala.*
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar