KKP Lakukan Gerakan Bersih Pantai dan Laut

id kkp,lakukan,gerakan,bersih,pantai,laut

Siswa Sekolah Dasar Swasta Miftahul Hasanah ikut membersihkan bibir pantai di kawasan Batu Besar, Nongsa, Kota Batam. Perairan Batam menjadi salah satu area yang kerap mendapatkan kiriman sampah dan limbah dari negara tetangga. Terutama saat musim Ut

Gerakan bersih pantai dan laut, sebagai bagian dari kampanye Gerakan Cinta Laut. Atau yang biasa kita sebut Gita Laut
Batam (Antara Kepri) - Kementerian Kelautan dan Perikanan melakukan gerakan bersih pantai dan laut di Pantai Payung, Batu Besar, Batam. Kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir  menjaga area pantai dari sampah.

Agus Darmawan, Sekretaris Direktorat Jenderal (Dirjend) Pengelolaan Ruang Laut  Kementrian Kelautan dan Perikanan, menjelaskan, saat ini wilayah pesisir dan laut mengalami ancaman serius akibat dari aktivitas manusia, pembangunan dan industrial.

"Itu yang memicu timbulnya sampah, pencemaran dan kerusakan lingkungan yang masuk dari daratan ke laut," kata Agus, Sabtu.

Agus menyatakan, karena itu diperlukan upaya bersama seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk melakukan pengendalian sampah di lingkungan. Terutama di sekitar laut dan pesisir pantai.

"Gerakan bersih pantai dan laut, sebagai bagian dari kampanye Gerakan Cinta Laut. Atau yang biasa kita sebut Gita Laut," ujar dia.

Agus berharap, dengan adanya gerakan tersebut daera pesisir akan lebih bersih, ikan-ikan sehat dan masyarakat menjadi lebih sejahtera.

Agus menjelaskan pencemaran tidak hanya terjadi di wilaya pesisir dan laut di Batam. Tapi juga dari daerah lain. Bahkan negara tetangga.

"Kondisi ini membuat Kota Batam mengalami dampak negatif aliran sampah dari negara tetangga," ujar dia.

Selain itu, Agus menyatakan di perairan Batam juga sering terjadi pencemaran akibat tumpahan minyak dari kapal komersil dan non komersil.

Menurutnya, hal itu menjadikan Kota Batam rentan akan kerusakan lingkungan.

"Banyaknya sampah dan pencemaran tersebut, tanpa kita sadari telah menyebabkan kualitas sumberdaya pesisir dan laut semakin menurun pada tingkat yang mengkhawatirkan," kata dia.

Ia juga menyatakan, laut merupakan  masa depan bangsa. Sehingga kegiatan keamanan dan pengelolaan laut juga masuk dalam program kerja pemerintah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam, Dendi Purnomo mengakui jika saat ini kesadaran masyarakat dalam membuang sampah masih sangat rendah.

"Banyak juga yang masih membuang sampah di pantai. Salah satunya di Tanjung Uma," jelas dia.

Dendi menyatakan dari penilaian tim Adipura, kebersihan di perkampungan hanya memperoleh nilai 45 persen.

"Kita setiap bulan mengadakan gotong royong secara rutin di kecamatan. Kalau di kelurahan seminggu sekali," kata dia.

Ia juga menjelaskan jika saat musim utara dan timur, perairan di pantai Nongsa kerap mendapatkan kiriman limbah minyak dari kapal-kapal tanker.

"Pernah juga terjadi di Tiban Mentarau. Kalau kita mengetahuinya, kita langsung berkoordinasi dengan KKP," jelas Dendi.

Dengan begitu pihaknya dapat meminta ganti rugi kepada pemilik kapal tanker. Atau meminta mereka melakukan pembersihan di perairan Batam.(Antara)

Editor: Dedi
Pewarta :
Editor: Kepulauan Riau
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar