Warga Tanjungpinang pilih tanam bunga hias saat libur panjang

id Libur panjang

Warga Tanjungpinang pilih tanam bunga hias saat libur panjang

Warga Tanjungpinang, Yolanadana Saputro memilih menanam tanaman bunga hias saat libur panjang. (Ogen)

Tanjungpinang (ANTARA) - Momentum hari libur panjang dimanfaatkan masyarakat Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau untuk menghabiskan waktu di rumah dengan melakukan kegiatan-kegiatan produktif.



Pasangan suami dan istri di Kampung Sidomulyo, Yolandana Saputro dan Sinta Devi lebih banyak menanam bunga hias di halaman rumah guna menimbulkan kesan lebih cantik dan indah dipandang mata.



Bunga yang ditanam bervariasi, mulai dari bunga ros, melati, ekor naga, keladi, kertas, kaktus hingga janda bolong. 



Bunga-bunga tersebut ditanam di dalam pot, ada yang dibeli langsung di toko bunga maupun pemberian keluarga atau kerabat.



"Kami memang senang menanam bunga, sudah cukup lama juga. Apalagi musim libur begini, koleksi tanaman semakin bertambah," kata Yolandana, Sabtu (31/10).



Yolandana dan istri memang tidak banyak bepergian selama libur, kecuali untuk tujuan membeli kebutuhan rumah tangga dan mencari tambahan koleksi bunga hias di toko-toko terdekat.



Lonjakan kasus COVID-19 di daerah itu dalam sepekan terkahir, membuat keduanya khawatir tertular kalau harus pergi liburan ke tempat-tempat wisata yang dapat memicu terjadinya kerumunan.



"Paling kalau sore hari, kami jalan-jalan naik motor. Tapi tetap patuh protokol kesehatan, terutama masker," tuturnya.



Sementara itu, Sinta Devi sangat mendukung sang suami untuk menekuni hobi tanaman bunga hias karena memiliki prospek bisnis cukup menjanjikan di masa mendatang.



Menurutnya peminat bunga hias di ibu kota itu cukup tinggi, ditambah bisnis tersebut tidak membutuhkan modal besar, melainkan keuletan, kesabaran dan ketekunan.



"Kalau memang suatu saat bunga hias ini bisa dijual, kenapa tidak. Selain buat keperluan mempercantik halaman rumah," demikian Sinta.



#satgascovid-19



#ingatpesanibu



  

Pewarta :
Editor: Nurjali
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar