KPU Tanjungpinang bagikan boneka maskot pilkada

id maskot,pilkada,tanjungpinang,KPU

Peluncurkan maskot Pilkada Tanjungpinang beberapa waktu lalu. (Antaranews Kepri/Aji Anugraha)

Boneka `Si Sirih` sebagai ajang sosialisasi agar masyarakat mengingat pilkada, dan menggunakan hak suara pada 27 Juni 2018
Tanjungpinang (Antaranews Kepri) - Komisi Pemilihan Umum Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau akan membagikan boneka "Si Sirih" sebagai maskot pilkada saat debat publik kedua.

Ketua KPU Tanjungpinang Robby Patria, di Tanjungpinang, Rabu, mengatakan bahwa peserta, panelis, dan penonton debat publik kedua ini akan mendapatkan boneka maskot pilkada.

"Boneka `Si Sirih` sebagai ajang sosialisasi agar masyarakat mengingat pilkada, dan menggunakan hak suara pada 27 Juni 2018," ujarnya lagi.

Baca juga: KPU Luncurkan Maskot Pilkada Tanjungpinang 2018

Robby mengemukakan Debat Publik Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang pasangan nomor urut 1 dan nomor urut 2, Syahrul-Rahma dan Lis Darmansyah-Rahma, diselenggarakan di Hotel Aston Tanjungpinang pada 15 Mei 2018.

Teknis kegiatan ini mengalami perubahan seperti jumlah pendukung masing-masing paslon disesuaikan dengan kondisi hotel.

"Jumlah pendukung masing-masing paslon sebanyak 100 orang. Kalau pada debat publik sebelumnya masing-masing paslon membawa 150 orang pendukung," ujarnya lagi.

Ia mengatakan para pendukung dilarang membawa alat peraga kampanye. Massa pendukung diharapkan mengikuti acara akbar itu dengan tertib.

Ratusan anggota kepolisian akan berjaga-jaga di lokasi acara. Penyelenggara pemilu, seluruh peserta, panelis, penonton akan melewati pintu masuk yang dijaga pihak kepolisian.

"Kami juga masih mempersiapkan panelis debat publik tersebut. Tentunya, mereka orang-orang yang berkompeten," katanya pula.

Debat publik kedua ini akan disiarkan secara langsung oleh salah satu televisi lokal dan RRI. Debat Publik disiarkan mulai pukul 20.00-22.00 WIB.

"Kalau disiarkan di televisi nasional, biayanya terlalu besar. Sayang `kan hanya disiarkan sekitar 2 jam, tetapi menghabiskan anggaran mencapai Rp1 miliar," katanya pula.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar