Tambelan bentuk Posko Siaga Kabut Asap

id kabut,asap,tambelan,posko,siaga,karhutla,masker,bintan,pelajar,sekolah,ispa,kesehatan,koramil,puskesmas,polsek,medis

Tambelan bentuk Posko Siaga Kabut Asap

Petugas kesehatan dari Puskesmas Tambelan, memasang masker kepada pelajar di SMA Negeri 1 Tambelan. Satgas Posko Siaga Kabut Asap yang dibentuk pada (17/9) membagikan masker gratis kepada pelajar se-Kecamatan Tambelan. (ANTARA/Saud MC Kashmir)
Tambelan, Bintan (ANTARA) - Jajaran unsur pimpinan di Kecamatan Tambelan membentuk Posko Siaga Kabut Asap di Puskesmas Tambelan sejak Minggu (17/9).

Satgas posko siaga yang baru saja membagikan masker gratis ke sekolah (17/9) terdiri dari pihak Polsek Tambelan, Koramil 07 Tambelan, pihak puskesmas, ormas, serta masyarakat.

"Posko ini tetap akan bertahan hingga Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, kabut asap sudah tiada," kata Kapolsek Tambelan, IPDA Missyamsu Alson, Selasa.

Kata Alson, pembentukan satgas dan pos siaga kabut di Tambelan berdasarkan hasil rapat gabungan antara Kapolres, Dinkes, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan unsur lain pada Sabtu lalu (13/9).

Menurut Kapolsek Tambelan, IPDA Missyamsu Alson, Posko Siaga  Kabut Asap yang berada di Puskesmas Tambelan, tidak hanya membagikan masker secara gratis, melainkan juga melakukan pemeriksaan Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), dan penyuluhan tentang bahaya kebakaran hutan.

"Bagi masyarakat yang akan melaksanakan aktifitas selalu menggunakan masker agar terhindar dari panyakit ISPA," imbau Kapolsek Tambelan, IPDA Missyamsu Alson.

Melihat kondisi kemarau berkepanjangan, Alson juga mengharapkan agar masyarakat tidak membakar hutan ataupun lahan. Karena, rentan terhadap kebakaran hutan, serta dampak lainnya adalah dapat menambah tebal kabut asap khusus di wilayah Tambelan yang bisa merambah ke negara tetangga.

Diwawancara terpisah (5/9), prakirawan BMKG Tanjungpinang, Khalid Fikri memperkirakan bahwa kabut  menutup ruang udara di Kecamatan Tambelan Bintan, awalnya (5/9) merupakan dampak asap kiriman Kalimantan Barat.

"Kondisi titik panas di Provinsi Kalimantan Barat memang sedang mengalami peningkatan, dan sampai dengan pagi ini (5/9), sudah mencapai lebih dari 100 titik panas (hotspot), " kata Khalid Fikri.

Kata dia, pergerakan angin dari Tenggara ke Barat Daya mengakibatkan pergerakan asap tiba di perbatasan wilayah Kalimantan Barat dan Bintan, tepatnya di Kecamatan Tambelan dengan jarak pandang saat ini kurang dari 5 kilometer.

Menurut Khalid, dampak kabut diperkirakan bertahan lebih lama. Karena kondisi suhu udara yang relatif panas, dan tiupan angin yang cukup kuat.

Sementara itu, untuk kondisi kabut saat ini (17/9) pihak BMKG Tanjungpinang belum berhasil dikonfirmasi.
Pewarta :
Editor: Rusdianto Syafruddin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar