Kasus COVID-19 di Malaysia kembali meningkat, sejumlah agenda MICE dibatalkan

id Malaysia,MICE,Kuala Lumpur

Kasus COVID-19 di Malaysia kembali meningkat,  sejumlah agenda MICE  dibatalkan

Ilustrasi --Petugas menyemprotkan desinfektan saat pengendalian pergerakan untuk menghambat penularan virus corona (COVID-19), di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (24/3/2020). ANTARA/REUTERS/Lim Huey Teng/aa. (REUTERS/Lim Huey Teng/LIM HUEY TENG)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Sejumlah agenda rapat, insentif, konvensi dan pameran (MICE) di Kuala Lumpu,  Malaysia, dibatalkan sehubungan pelarangan yang dilakukan pemerintah setempat karena peningkatan kasus COVID-19.

Pemerintah Selangor melalui Invest Selangor Bhd semula dijadwalkan mengadakan acara pembukaan The Virtual Selangor International Business Summit 2020 dan The Selangor ASEAN Business Conference di Kuala Lumpur Convention Center (KLCC), Rabu (14/10), namun kemudian dibatalkan.

Acara yang rencananya dihadiri oleh Menteri Besar (Gubernur) Selangor Dato' Seri Amirudin bin Shari dibatalkan dan diganti melalui zoom.

"Mohon diperhatikan bahwa undangan media untuk acara fisik ditarik kembali karena Perintah Kawalan Pergerakan Bersayarat (CMCO) di Klang Valley dan Putrajaya, mulai tengah malam (14 Okt) hingga 27 Okt 2020, seperti yang diumumkan oleh Pemerintah Federal kemarin," ujar Izjulia dari Nexus Unique Sdn Bhd.

Komunitas Indonesia di Malaysia, Club Yummy Mommy rencananya juga akan menyelenggarakan "Pink Ribbon Afternoon Health Talks & Testimonial" di Sunway Medical Centre pada 24 Oktober namun juga dibatalkan diganti dengan webinar.

Menteri Pertahanan Malaysia, Dato Sri Ismail Sabri Yakoob dalam pernyataannya mengatakan seminar, lokakarya, konferensi, ceramah  dan kegiatan yang terkait dengan MICE tidak diperbolehkan selama PKPB atau CMCO.

"Pelatihan dan pelayanan yang sedang berjalan hanya dapat dilaksanakan di daerah tersebut saja," katanya.

Kementerian Kesehatan Malaysia melaporkan hingga Selasa (14/10) jumlah kasus harian positif COVID-19 di negara tersebut mencapai 660 kasus dengan empat meninggal dunia.

Dari jumlah tersebut Selangor mencapai 76 kasus dan Kuala Lumpur sembilan kasus.
 
Pewarta :
Editor: Evi Ratnawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar